Minggu, 15 Oktober 2017

Pengertian Lengkap IP Address

IP Address

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas secara lengkap apa itu IP Address, Fungsi, dan Jenisnya. Mungkin kita tidak asing mengenal istilah IP Address. Tapi sekarang kita akan membahasnya lebih rinci lagi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Pengertian IP Address
IP Address (Internet Protocol Address) merupakan deretan angka biner antara 32 bit sampai dengan 128 bit yang digunakan sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Angka 32 bit digunakan untuk alamat IP Address versi IPv4 dan angka 128 bit digunakan untuk IP Address versi IPv6 untuk menunjukkan alamat dari komputer pada jaringan internet berbasis TCP/IP. IP Address memiliki identitas numerik yang akan dilabelkan kepada suatu device seperti komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi. Contoh IP Address:






Fungsi IP Address
            Fungsi IP Address yaitu:
1.      IP Address digunakan sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan
Fungsi ini diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang tersebut. Dalam jaringan komputer pun berlaku hal yang sama yaitu alamat IP Address yang unik tersebut akan digunakan untuk mengenali sebuah komputer atau device pada jaringan

2.      IP Address  digunakan sebagai alamat lokasi jaringan
Fungsi ini diilustrasikan seperti alamat rumah kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP Address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.

Bentuk Sebenarnya IP Address
      Komputer sebenarnya hanya mengenal pengkodean on dan off (digital), oleh karenanya semua data yang dikirim dan terima adalah bilangan biner (hanya nol dan satu). Misalnya ketika mengirim huruf Z maka melalui media kabel utp diciptakan kondisi on dan off yang sangat cepat (ketika kabelnya dialiri listrik dianggap 1 dan ketika tidak dialiri listrik dianggap 0) sehingga membentuk angka angka biner 10100100. Setelah data biner sampai ke komputer tujuan barulah diterjemahkan kembali kedalam bentuk huruf.

            Sama seperti hal diatas, bentuk IP Address yang berupa bilangan desimal sebenarnya adalah bilangan biner yang diterjemahkan agar mudah di ingat manusia. pada setiap titik pemisah ip address adalah terdiri dari 8 bilangan biner sehingga totalnya menjadi 32 bit biner.

contoh penulisan ip address = 192.168.1.1

sebenarnya adalah = 11000000.10101000.00000001.00000001

Di SMA pasti sudah diajarkan cara mengkonversi bilangan biner ke desimal bukan ? Nah ilmu tersebut ternyata dipakai dalam belajar IP Address ini.

Jenis IP Address

1.     IP versi 4 (IPv4)
    Internet protocol version 4 atau IPv4 terdiri dari 32-bit dan bisa menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Sebagai contoh yaitu 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IPv6.
2.      IP versi 6 (IPv6)
  IPv6 diciptakan untuk menjawab kekhawatiran akan kemampuan IPv4 yang hanya menggunakan 32 bit untuk menampung IP Address di seluruh dunia, semakin banyaknya pengguna jaringan internet dari hari ke hari di seluruh dunia IPv4 dinilai suatu saat akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, untuk itulah IPv6 versi 128 bit diciptakan. Dengan kemampuanya yang jauh lebih besar dari IPv4 dinilai akan mampu menyediakan IP Address pada seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia yang semakin hari semakin banyak.

   Internet protocol versi 6 atau IPv6 ini terdiri dari 128 bit. IP ini 4 kali dari IPv4, tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4 kali dari 4.294.967.296 melainkan 4.294.967.296 pangkat 4, jadi hasilnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456.

Pembagian Kelas IP Address

IP Address versi 4 terdiri atas 4 oktet, nilai 1 oktet adalah 255. Karena ada 4 oktet maka jumlah IP Address yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 x 255. IP Address sebanyak ini harus dibagi-bagikan keseluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP Address harus dikelompokan dalam kelas-kelas. IP Address dikelompokan dalam lima kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E. Perbedaannya terletak pada ukuran dan jumlah.
- IP Address kelas A jaringan.
- IP Address Kelas B digunakan untuk jaringan berukuran besar dan sedang.
- IP Address Kelas C untuk pembagian jaringan yang banyak, namun masing-masing jaringan memiliki anggota yang sedikit.
- IP Address Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak digunakan dalam penggunaan normal, kelas D diperuntukan bagi jaringan multicast, dan E untuk Eksperimental.

-  
Masing-masing komputer atau router di suatu jaringan Host ID nya harus unik dan harus berbeda dengan komputer yang lain.
·      Kelas A
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
Bit Pertama : 0
Panjang Net ID : 8 bit (1 oktet)
Panjang Host ID : 24 bit (3 oktet)
Oktet pertama : 0 – 127
Range IP Address : 1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (0 dan 127 dicadangkan)
Jumlah Network : 126
Jumlah IP Address : 16.777.214
IP kelas A untuk sedikit jaringan dengan host yang sangat banyak. cara membaca IP Address kelas A misalnya 113.46.5.6 ialah Network ID :113, Host ID = 46.5.6
·      Kelas B
Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
2 bit pertama : 10
Panjang Net ID : 16 bit (2 oktet)
Panjang Host ID : 16 bit (2 oktet)
Oktet pertama : 128 – 191
Range IP Address : 128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
Jumlah Network : 16.384
Jumlah IP Address : 65.534
Biasa digunakan untuk jaringan besar dan sedang. dua bit pertama selalu di set 10. 16 bit selanjutnya, network IP kelas B dapat menampung sekitar 65000 host.
·      Kelas C
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
3 bit pertama : 110
Panjang Net ID : 24 bit (3 oktet)
Panjang Host ID : 8 bit (1 oktet)
Oktet pertama : 192 – 223
Range IP Address : 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx
Jumlah Network : 2.097.152
Jumlah IP Address : 254
Host ID adalah 8 bit terakhir, dengan IP kelas C, dapat dibentuk sekitar 2 juta network yang masing-masing memiliki 256 IP Address Tiga bit pertama IP Address kelas C selalu berisi 111 dengan 21 bit berikutnya. Host ID ialah 8 bit terakhir.
·      Kelas D
Format : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
4 Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte Inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast
Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP Address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.
·      Kelas E
Format : 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
4 bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.

Cara Setting IP Address

Sampai disini kita sudah mengetahui bentuk IP yang sebenarnya dan apa itu Subnet mask. Sedangkan untuk menyeting IP anda membutuhkan beberapa kolom isian lagi yang harus dipahami, yaitu defaulit gateway dan dns.

Kolom Gateway bisa diisikan dengan alamat router. Router itu sendiri berfungsi untuk menjebatani antara jaringan anda dengan jaringan yang lain seperti jaringan lokal anda dan jaringan internet. Maka agar komputer yang anda setting bisa terhubung ke internet harus di setting alamat IP Router pada default gateway.

Modem yang diberikan oleh isp juga dianggap sebagai router, sehingga untuk terhubung ke internet kita tinggal mengisikan alamat modem pada gateway. Biasanya 192.168.1.1

Sedangkan DNS adalah sebuah server yang berfungsi untuk menerjemahkan domain ke alamat IP. Misalnya ketika anda mengunjungi meretas.com sebenarnya anda mengakses ke alamat IP tertentu di internet. Selengkapnya tentang DNS

Untuk menyeting IP di sistem operasi windows anda bisa menuju ke Control Panel > Network and Internet > Network Connection > Local Area Connection lalu pilih IPv4 dan isikan apa yang sudah anda pelajari pada artikel ini.



Minggu, 10 September 2017

Rangkuman Buku Computer Networking Chapter 1

Rangkuman Buku Computer Networking
By Andrew S. Tanenbaum & David J. Wetherall



Bab 1 : Pengantar

            Jaringan komputer memiliki banyak kegunaan, baik untuk perusahaan/organisasi maupun individu, di rumah ataupun saat kita bepergian. Banyak perusahaan/organisasi menggunakan jaringan komputer untuk berbagi informasi perusahaan dan biasanya menggunakan model client-server dengan desktop karyawan bertindak sebagai klien yang mengakses server di ruang mesin.  Bagi individu, jaringan komputer menawarkan akses ke berbagai informasi dan sumber hiburan yang ada dan cara untuk membeli atau menjual produk serta layanan yang tersedia.

            Dalam membangun jaringan komputer di perusahaan/ organisasi, ada beberapa keuntungan  yang dapat diperoleh dalam hal-hal resource sharing, reliabilitas tinggi, lebih ekonomis, skalabilitas, dan media komunikasi. Resource sharing bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh oleh lokasi resource dan pemakai. jadi source sharing adalah suatu usaha untuk menghilangkan kendala jarak.

Banyak orang sering mengakses Internet melalui telepon genggam atau wifi di rumah. Meski akses wireless semakin banyak digunakan untuk laptop dan ponsel, teknologi kemajuan memungkinkan jenis aplikasi seluler dan jaringan baru dengan komputer tertanam dalam laptop dan ponsel atau perangkat lainnya. Kemajuan yang berkembang bisa meningkatkan masalah sosial seperti masalah privasi.

Secara kasar, jaringan dapat dibagi menjadi LAN, MAN, WAN, dan internetworks. LANs beroperasi pada kecepatan tinggi. MANs biasanya menutupi sebuah kota. Contohnya yaitu sistem kabel televisi yang sekarang digunakan oleh banyak orang untuk mengakses internet. WANs dapat mencakup negara atau benua. Beberapa teknologi yang digunakan untuk membangun jaringan ini adalah point-to-point (misalnya kabel) sementara yang lain disiarkan (misalnya nirkabel).

Jaringan point-to-point terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari mesin-mesin. Untuk mengirim paket dari sumber ke suatu tujuan, sebuah paket pad ajringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara. Seringkali harus melalui baynak route yang mungkin berbeda jaraknya. Karena itu algoritma rout memegang peranan penting pada jaringan  point-to-point.

Kriteria alternatif untuk mengklasifikasikan jaringan adalah didasarkan pada jaraknya. Tabel berikut ini menampilkan klasifikasi sistem multiprosesor berdasarkan ukuran-ukuran fisiknya

Jarak antar prosesor
Prosesor di tempat yang sama
Contoh
0,1 m
Papan rangkaian
Data flow machine
1 m
Sistem
Multicomputer
10 m
Ruangan

100 m
Gedung
Local Area Network
1 km
Kampus

10 km
Kota
Metropolitan Area Network
100 km
Negara
Wide area Network
1.000 km
Benua
10.000 km
Planet
The Internet

Jaringan bisa saling berhubungan dengan router membentuk internetwork, dimana internet adalah sesuatu hal yang terbesar dan terbaik. Contoh Jaringan nirkabel, misalnya 802.11 LAN dan 3G mobile yang menjadi sangat populer.

Perangkat lunak jaringan dibangun di sekitar protokol, yang merupakan aturan proses menyampaikan. Sebagian besar jaringan mendukung hirarki protokol, dengan setiap lapisan memberikan layanan ke lapisan di atasnya dan mengisolasi mereka dari rincian protokol yang digunakan di lapisan bawah. Tumpukan protokol biasanya berbasis pada model OSI atau pada model TCP / IP. Keduanya memiliki link, jaringan, transportasi, dan lapisan aplikasi, tapi berbeda di lapisan lainnya.

Jaringan menyediakan berbagai layanan kepada penggunanya. Layanan ini bisa berkisar dari pengiriman paket terbaik tanpa koneksi ke pengiriman berorientasi koneksi. Di beberapa jaringan, layanan connectionless disediakan dalam satu lapisan dan layanan connection-oriented disediakan di lapisan diatasnya.

Jaringan yang terkenal meliputi Internet, jaringan telepon seluler 3G, dan 802,11 LAN. Internet berevolusi dari ARPANET, yang jaringan lainnya ditambahkan untuk membentuk sebuah internetwork. Internet saat ini sebenarnya adalah koleksi ribuan jaringan yang menggunakan protokol TCP / IP stack. Jaringan telepon seluler 3G menyediakan akses nirkabel dan mobile ke Internet dengan kecepatan beberapa Mbps, dan tentu saja, juga membawa panggilan suara. Nirkabel LAN berbasis standar IEEE 802.11 dikerahkan di banyak rumah dan kafe dan bisa memberikan konektivitas dengan tarif lebih dari 100 Mbps. Jenis jaringan baru sedang muncul juga, seperti jaringan sensor dan jaringan berbasis embedded pada teknologi RFID. Mengaktifkan beberapa komputer untuk berbicara satu sama lain memerlukan sejumlah besar standardisasi, baik di perangkat keras maupun perangkat lunak. 

Untuk menghindari kebingungan, perlu disebutkan secara eksplisit bahwa dalam buku ini, seperti dalam ilmu komputer pada umumnya, unit metrik digunakan sebagai pengganti unit bahasa Inggris tradisional. Awalan metrik utama tercantum pada gambar dibawah. Awalan biasanya disingkat dengan huruf pertama mereka, dengan satuan lebih dari 1 dikapitalisasi (KB, MB, dll.). Satu pengecualian (untuk alasan historis) adalah kbps untuk kilobit / detik. Dengan demikian, jalur komunikasi 1-Mbps mentransmisikan 106 bit / detik dan jam 100-psec (atau 100-ps) kutu setiap 10-10 detik. Karena mili dan mikro keduanya dimulai dengan huruf '' m, '' sebuah pilihan harus dibuat. Biasanya, '' m '' digunakan untuk mili dan '' μ '' (huruf Yunani mu) digunakan untuk mikro.



Senin, 08 Mei 2017

Perbedaan Bounded Buffer Problem, Readers and Writers Problem, Dining Philosophers Problem


PERBEDAAN BOUNDED BUFFER PROBLEM, READERS AND WRITERS PROBLEM, DINING PHILOSOPHERS PROBLEM


·     Bounded Buffer Problem

Bounded Buffer Problem adalah suatu struktur data untuk menampung (buffer) suatu nilai dimana kapasitasnya tertentu/terbatas (bounded). Masalah bounded buffer merupakan salah satu masalah yang menerangkan sinkronisasi antara proses-proses yang berjalan secara konkuren untuk mengakses data yang sama.
Masalah ini menjelaskan dua proses, produsen dan konsumen, yang berbagi umum, tetap ukuran buffer digunakan sebagai antrian. Tugas produser adalah untuk menghasilkan data, memasukkannya ke dalam buffer, dan mulai lagi. Pada saat yang bersamaan, konsumen mengkonsumsi data (yaitu, mengeluarkannya dari buffer), satu bagian pada suatu waktu. Yang menjadi pokok pembahasan utama dalam masalah bounded buffer adalah bagaimana jika ada dua proses berbeda yang berusaha mengakses buffer tersebut. Salah satu proses akan memberi nilai pada buffer dan mengisi buffer tersebut. Proses yang lain akan membaca nilai dan mengosongkan buffer tersebut.
Hasil gambar untuk pengertian bounded buffer

Solusi untuk produsen adalah baik pergi tidur atau membuang data jika buffer penuh. Lain kali konsumen menghapus item dari buffer, itu akan memberitahu produser, yang mulai mengisi buffer lagi. Dengan cara yang sama, konsumen bisa tidur jika menemukan buffer kosong. Lain kali produser menempatkan data ke dalam buffer, itu bangun yang tidur konsumen. solusi dapat dicapai dengan sarana komunikasi antar-proses, biasanya menggunakan Semaphore. Sebuah solusi yang tidak memadai bisa mengakibatkan kebuntuan di mana kedua proses sedang menunggu untuk dibangunkan. Masalahnya juga dapat digeneralisasi untu memiliki beberapa produsen dan konsumen. Kita dapat menerapkan konsep semaphore untuk menyelesaikan masalah tersebut. Disini kita menggunakan tiga buah semaphore yaitu mutex, full dan empty. Mutex digunakan untuk menjamin hanya boleh satu proses yang berjalan mengakses buffer pada suatu waktu, awalnya dinisialisasi sebesar satu (1). Full digunakan untuk menghitung jumlah buffer yang berisi, yang pada awalnya diinisialisasi sebesar nol (0). Sedangkan empty digunakan untuk menghitung jumlah buffer yang kosong, yang awalnya dinisialisasi sebesar ukuran buffer. Beriku variabel umumt :semaphore full, empty, mutex; Inisialisasi untuk variable di atas, full = 0, empty = n, mutex = 1.
 Jadi dapat disimpulkan bahwa pokok permasalahan bounded buffer adalah bagaimana mengatur sinkronisasi dari beberapa proses yang secara konkuren ingin mengakses buffer (mengisi dan mengosongkan buffer). Pengaturan itu dilakukan dengan menerapkan konsep semaphore yang menjamin hanya ada satu proses dalam suatu waktu yang boleh mengakses buffer sehingga tidak terjadi race condition.

·     Readers and Writers Problem
Masalah Readers/Writers adalah salah satu masalah sinkronisasi klasik yang sering digunakan untuk mendiskusikan dan membandingkan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah sinkronisasi. Secara singkat, masalah ini terjadi ketika ada beberapa pembaca dan penulis ingin mengakses suatu berkas pada saat bersamaan.



Contohnya: masalah pemesanan tiket pesawat terbang. Ketika seseorang memesan tiket pesawat, dia pertama-tama harus mengecek apakah masih ada tempat yang tersisa. Sekiranya prosedur pemesanan tiket tersebut tidak ditangani secara hati-hati, bisa terjadi masalah ketika dia memesan tiket. Misalkan, sebelum proses pemesanan tiket selesai, ada orang lain yang memesan tiket yang sama dan lebih cepat menyelesaikan proses pemesanan tiket. Dengan demikian, tiket yang seharusnya menjadi miliknya tanpa perlu usaha berlebih, sekarang harus dia perebutkan dengan orang lain yang kebetulan mendaftar pada saat yang bersamaan.
Inti dari permasalahan Readers/Writers adalah adanya beberapa pembaca dan penulis yang ingin mengakses suatu berkas secara simultan. Sebagai syarat bahwa data yang terkandung dalam berkas tersebut tetap konsisten, maka setiap kali berkas tersebut ditulis, maka hanya ada boleh maksimal satu penulis yang menulisnya. Untuk pembaca, hal ini tidak perlu dikhawatirkan sebab membaca suatu berkas tidak mengubah isinya. Dengan kata lain, pada suatu saat diperbolehkan untuk beberapa pembaca untuk membaca berkas tersebut. Akan tetapi, ketika ada yang sedang menulis, tidak boleh ada satupun yang membaca. Ini berarti bahwa thread penulis menjalankan tugasnya secara eksklusif.
Untuk mengatasi masalah ini, ada tiga macam solusi yang akan dibahas. Dasar pembagian solusi ini adalah prioritas. Pertama, solusi dengan pembaca diprioritaskan akan dibahas. Kemudian dilanjutkan dengan solusi dengan penulis yang diprioritaskan. Terakhir, solusi dengan pembaca dan penulis saling bergantian. Pada setiap solusi akan dilihat mengenai tingkat kesuksesan solusi tersebut bila kita lihat dari sudut pandang syarat penyelesaian critical section. Ilustrasi:

        

 Keterangan:
          TL = Thread Penulis
          BC = Thread Pembaca   
-          Kotak dengan sisi putus-putus menandakan thread tersebut sedang menunggu di antrian.
-          Kotak dengan sisi tidak putus-putus menandakan thread tersebut melaksanakan critical sectionnya.
Seperti terlihat di atas, thread-thread pembaca (BC0, BC1, BC2) mendominasi thread-thread penulis (TL0, TL1, TL2) dalam hal akses berkas, sehingga semua thread penulis harus menunggu hingga semua thread pembaca selesai.

·     Dining-Philosophers Problem
Masalah ini pertama kali ditulis dan diselesaikan oleh Djikstra pada tahun 1965. Masalah ini memodelkan masalah enkapsulasi dari ketergantungan mesin dan masalah portabilitas. Dalam masalah Dining Philosophers, diketahui sejumlah (N) filsuf yang hanya memiliki tiga status, berpikir, lapar, dan makan. Semua filsuf berada di sebuah meja makan bundar yang ditata sehingga di depan setiap filsuf ada sebuah piring berisi mie dan di antara dua piring yang bersebelahan terdapat sebuah sumpit.



Pada awalnya, semua filsuf akan berpikir selama waktu yang tidak tentu. Setelah berpikir lama, filsuf akan merasa lapar. Pada saat lapar, ia berusaha untuk mengambil 2 buah sumpit yang ada di kanan dan di kirinya untuk makan. Dia mengambil sumpitnya satu per satu. Begitu ia mendapat sebuah sumpit, ia tidak akan melepaskannya. Jika ia hanya berhasil mengambil kurang dari 2 sumpit, maka ia akan menunggu sampai 2 sumpit diambil. Begitu dia mendapatkan 2 sumpit, maka dia akan makan mienya untuk sementara waktu dan kemudian meletakkan kedua sumpitnya. Kedua sumpit ini kemudian dapat digunakan oleh filsuf-filsuf yang lain. Dia sendiri kemudian kembali berpikir. Tujuan dari masalah ini adalah untuk mencari cara sehingga para filsuf tidak akan pernah mati kelaparan.





Posisi Meja Filsuf dengan N = 4

Salah satu solusi yang mungkin langsung terlihat adalah dengan menggunakan semafor. Setiap sumpit mewakili sebuah semafor. Kemudian, ketika seorang filsuf lapar, maka dia akan mencoba mengambil sumpit di kiri dan di kanannya, atau dengan kata lain dia akan menunggu sampai kedua sumpit tersebut dapat ia gunakan. Setelah selesai makan, sumpit diletakkan kembali dan sinyal diberikan ke semafor sehingga filsuf lain yang membutuhkan dapat menggunakan sumpitnya.
Akan tetapi, solusi ini tidak dapat diterima. Alasannya sangat sederhana, yaitu deadlock dapat terjadi. Contoh kasusnya adalah ketika semua filsuf telah mengambil sumpit di sebelah kirinya, maka tidak ada lagi sumpit yang tersisa di meja. Karena tidak ada sumpit yang tersisa di meja, maka setiap filsuf kekurangan sebuah sumpit. Berhubung setelah berhasil mengambil sebuah sumpit, sumpit tersebut tidak akan diletakkan kembali sampai filsuf yang bersangkutan makan, maka tidak akan ada satu filsuf pun yang akan makan.

Alternatif lain yang cukup menarik disajikan oleh Stallings, antara lain dengan menyuruh setiap filsuf untuk mengambil sumpitnya secara berselang-seling. Filsuf dengan urutan bilangan ganjil pertama kali mengambil sumpit di sebelah kanannya, sementara filsuf dengan urutan bilangan genap pertama kali mengambil sumpit di sebelah kirinya. Alternatif lain yang juga disajikan antara lain: menyediakan sebanyak N sumpit lagi, sehingga lebih higienis di samping dijamin tidak menghasilkan deadlock; mengurangi banyak filsuf yang boleh duduk di meja makan sebanyak 1.